Minggu, 17 Desember 2017

3 Prasyarat Menjadi seorang Trainer yang Profesional

Saya melihat saat ini banyak sekali anak – anak muda, bahkan sejak SMA yang berminat untuk menjadi inspirator, motivator, atau trainer pengembangan diri. Namun, di tengah banyaknya yang ingin menjadi trainer, sangat sedikit menurut saya yang menjalankan 3 prasyarat ini.

Prasyarat # 1 : Menjadi Trainer yang Profesional Harus Mengamalkan Prinsip
Apa sih prinsip utama yang harus dipahami untuk menjadi seorang trainer yang profesional? Prinsip pertama, setiap trainer adalah role model. Maksudnya adalah setiap trainer harus siap melaksanakan apa yang ia katakan dan mengatakan hanya apa yang ia laksanakan. Contoh, seorang trainer mengatakan kepada peserta untuk rajin shalat dhuha, sementara trainernya sendiri tidak shalat dhuha maka trainer tersebut tidak bisa menjadi seorang role model.

Prinsip kedua, materi akan mengikuti kapasitas. Banyak orang yang sengaja terjun dalam dunia trainer hanya untuk mendapatkan uang dengan cepat (karena memang uangnya banyak dalam industri ini). Namun, mereka yang hanya mencari uang saja akan dengan mudah tergantikan dengan yang lain. Dalam industri pelatihan, uanglah yang akan mengikuti kapasitas orang yang bersangkutan, bukan justru kapasitas yang mengikuti besarnya uang.

Prinsip ketiga, bintang utama dalam sebuah pelatihan itu adalah audience, bukan trainer nya. Maka hati – hati jika menjadi seorang trainer yang arogan, karena sebenarnya bintang utamanya bukan dia. Seorang trainer, tanpa audience bukanlah apa – apa. Sebaliknya, seorang audience tanpa trainer masih punya banya guru untuk belajar.

Mengamalkan prinsip dasar ini adalah hal yang fundamental dan paling basic sebelum kita menjadi seorang trainer. Selanjutnya, apakah prasyarat yang kedua?

Prasyarat # 2 : Menjadi Trainer yang Profesional Harus Menguasai Konsep Pelatihan yang Baik
Setelah berkomitmen untuk menjalankan prinsip, selanjutnya yang perlu dipahami seorang trainer adalah bagaimana mengonsep sebuah pelatihan yang menarik dan berdampak bagi audience. Untuk membuat konsep pelatihan yang baik, maka setidaknya kita perlu tahu hal – hal berikut ini : apakah tujuan pelatihan yang ingin dicapai, siapa audience nya, dan bagaimana flow atau sistematika penyampaiannya.

Maka, seorang trainer juga dituntut untuk menjadi seorang desainer materi pelatihan yang baik, bukan hanya sekedar copy-paste saja dari pelatihan punya orang lain. Sudah siap untuk mengonsep dan membuat pelatihan yang baik?

Prasyarat # 3 : Menjadi Trainer yang Profesional harus Menguasai Teknis Penyampaian Materi yang Baik
Setelah kita menguasai dua prasyarat sebelumnya, maka prasyarat terakhir adalah aspek teknis dalam penyampaian materi seorang trainer profesional. Mulai dari bagaimana caranya menata penampilan (grooming), apakah pakai batik, pakai jas, pakai celana jeans, pakai aksesoris, make-up, dan semua itu ada ilmunya. Aspek teknis lainnya misalkan bagaimana menjaga kontak mata, mengatur suara, intonasi, menjaga postur memegang mic, ice breaking, adalah ilmu – ilmu dasar yang perlu untuk dikuasai.

Selanjutnya tidak kalah penting adalah kemampuan untuk berekspresi, kemampuan ngelawak (ini penting lo), kemampuan membuat slide yang menarik mata audience, adalah beberapa hal teknis yang perlu trainer profesional kuasai.

Jadi, sob. Ternyata kalo kita ingin menjadi seorang trainer profesional itu ada proses yang harus dilalui. Tidak langsung kita bisa menjadi trainer begitu aja. Ketiga prasyarat di atas itu bentuknya hirarki ya. Jadi seperti ini,

PRINSIP >> KONSEP >> TEKNIS
Jangan sampai kita berangkat menjadi trainer hanya karena teknis kita membawakan pelatihan bagus, namun tidak paham KONSEP dan PRINSIP. Nah, ini namanya jadi kebalik bakul. Jadi memahaminya itu dari PRINSIP nya dulu, baru pelajari KONSEP, dan kuasai TEKNIS. Begitu deh.

Source :arryrahmawan.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar